Selasa, 01 Januari 2013

10 BANK DENGAN KARYAWAN TERBANYAK


NAMA : REGINA LISTYA KARTIKASARI
NPM : 25210709
KELAS : 3EB20
TULISAN

10 BANK DENGAN KARYAWAN TERBANYAK

Biro Riset Infobank mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011. BNI, BTN dan PermataBank, termasuk bank yang paling getol merekrut tenaga kerja selama 2011. karyawan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik. Namun, sebagai sumber aset, karyawan juga merupakan sumber risiko bagi bank. Banyak kasus di perbankan yang mempertontonkan betapa karyawan menjadi sumber malapetaka. Meski banyak pula karyawan bank yang menunjukkan prestasinya.
Betapa pun karyawan dan perusahaan (bank) memang tidak bisa dipisahkan. Masalahnya adalah apakah banyaknya jumlah karyawan itu menjadi beban buat bank? Survei menunjukkan beban operasional bank lebih banyak digunakan untuk biaya karyawan , banyaknya jumlah karyawan disuatu bank disesuaikan pula dengan unit atau lini bisnis yang dimilikinya.
Biro Riset Infobank (BirI) mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BR) tercatat menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni mencapai 85.530 hingga akhir Desember 2011 lalu atau naik 12,97% dari 75.712 pada tahun sebelumnya. Jumlah itu termasuk tenaga outsourcing sebanyak 45.486 dari 38.068 pada 2010. Bahkan, pada 2010 silam, BRI mengeluarkan lebih dari Rp8 triliun hanya untuk biaya karyawan.
Di tempat kedua ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon), yang tercatat 62.266 pada 2011 atau naik 16,60% dari 53.402 pada 2010. Namun, jumlah itu sudah termasuk juga pekerja Adira Finance, Adira Kredit, dan Adira Insurance.
Ketiga, PT Bank Mandiri Tbk. yang mencapai 27.907 karyawan hingga akhir 2011 atau naik 10,58% dari 25.236 pada 2010. Keempat, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dengan jumlah karyawan 23.639 atau naik 22,39% dari jumlah karyawan pada 2010. BNI termasuk bank yang paling banyak merekrut karyawan selama 2011.
Sementara di posisi kelima ditempati PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) yang jumlah karyawannya hanya naik 1,40% dari 19.687 pada 2010 menjadi 19.962 pada akhir 2011.
Sedangkan di tempat keenam ada PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga) dengan jumlah karyawan pada 2011 mencapai 13.612 atau naik 10,88% dari 12.276 pada 2012.
PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) berada diposisi ketujuh dengan jumlah karyawan sebanyak 8.369 atau naik 7,88% dari 7.758 karyawan pada 2010.
Peringkat kedelapan diduduki PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) yang jumlah karyawanya melonjak 20,73% dari 5.210 pada 2010 menjadi 6.290 karyawan hingga akhir 2011.
Di posisi kesembilan ada PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) dengan jumlah karyawan hingga akhir 2011 mencapai 5.329 atau hanya naik 9,34% dari 4.874 pada 2010 silam.
Terkahir, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), yang jumlah karyawannya juga melonjak tajam, yakni mencapai 21,37% dari 4.231 pada 2010 menjadi 5.135 karyawan pada akhir 2011. 

Pengertian BANK


NAMA :REGINA LISTYA KARTIKASARI
NPM : 25210709
KELAS : 3EB20
TULISAN

Pengertian Bank
Menurut UndangUndang No. 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Berikut ada beberapa pengertian bank :
1. Pengertian Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
2. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
Klasifikasi  Bank Sentral
Pada Pasal 1 (butir 2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, dikatakan bahwa “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari definisi di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
Usaha pokok bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.
Bank sebagai perantara keuangan (financial intermediary) Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit). Bank memiliki fungsi sebagai “Agen Pembangunan” (Agent of Development) Sebagai badan usaha, bank tidaklah semata-mata mengejar keuntungan (profit oriented), tetapi bank turut bertanggung jawab dalam pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam hal ini bank juga memiliki tanggung jawab sosial.
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi Bank Sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dan Bank Sentral bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money, suku bunga, giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian.
Dengan dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, dunia perbankan Indonesia mengalami perubahan yang cukup mendasar. Sebelum dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, bank-bank pemerintah seperti BNI 1946, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor, Bank Rakyat Indonesia, Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan Bank Tabungan Negara, mempunyai fungsi masing-masing sebagai bank pembangunan, bank tabungan, maupun bank koperasi. Namun setelah dikeluarkan kedua undang-undang di atas, sekarang kita sulit membedakan bank-bank pemerintah berdasarkan fungsinya. Bank-bank pemerintah tersebut sekarang menjalankan fungsi sebagai bank umum.
Ada beberapa cara dalam pengklasifikasian bank-bank di Indonesia, yaitu dilihat dari segi fungsi atau status operasi; kepemilikan; dan penyediaan jasa.
Secara umum, tugas bank sentral dalam sistem perbankan antara lain :
- Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan.
- Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan.
- Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan.
- Sebagai banker’s bank atau lender of last resort.
- Memelihara stabilitas moneter.
- Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi.
- Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.
Fungsi Bank, yaitu :
1.    Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
Kegiatan Bank
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Sama seperti halnya pedagang atau perusahaan lainnya, kegiatan pihak perbankan secara sederhana dapat kita katakana adalah membeli uang (menghimpun dana) dan menjual uang (menyalurkan dana) kepada masyarakat umum.
Dalam melaksanakan kegiatannya bank dibedakkan antara kegiatan. Bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Artinya produk ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya. Sedangkan Bank Berkreditan Rakyat mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit.
Ada beberapa kegiatan yang ada dalam bank diantaranya:
- Kegiatan bank Umum berupa menghimpun dana dari masyarakat (Funding), Menyalurkan dana dari masyarakat (Lending), Memberikan jasa-jasa bank lainnya (service).
- Kegiatan BPR berupa menghimpun dana, menyalurkan dana.
- Kegiatan Bank Campuran dan Bank Asing Pada Umumnya tugasnya sama dengan bank umum lainnya, namun mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu.
Sumber:

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif


NAMA : REGINA LISTYA KARTIKASARI
KELAS : 3EB20
NPM : 25210709
TUGAS KE 4


KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF


1 . KALIMAT YANG TIDAK EFEKTIF DALAM SATU PARAGRAF
                Kampus kami berada di di daerah Bekasi tepatnya yang terletak bersebrangan dengan kalimalang . Jalan didepan kampus kami sering sekali menjadi macet .Sehingga kami sering sekali  menjadi terlambat . Menyebabkan seringnya kami tidak mengumpulkan tugasnya di dosennya .  Sehingga baiknya kita datang lebih duluan sampai ke kampus untuk supaya tidak terlambat lagi.


2 . KALIMAT EFEKTIF DALAM SATU PARAGRAF
                Kampus kami berada di daerah Bekasi , tepatnya terletak bersebrangan dengan kalimalang . Jalan di depan kampus kami sering terjadi macet . Oleh karena itu kami datang terlambat dan tidak dapat  mengumpulkan tugas kepada dosen. Lebih baik kita datang lebih cepat sampai ke kampus supaya tidak terlambat .

Minggu, 04 November 2012

Paragraf generalisasi,analogi dan sebab akibat


PARAGRAF GENERALISASI
Berdasarkan data keuangan tahun 2011, laba yang didapatkan oleh perusahaan PT Z adalah sebesar 500 juta rupiah. Dimana pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2010 perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 750 juta rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa prusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba sebesar 250 jutarupiah atau turun sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Laporan menjadi evaluasi perusahaan tentang kinerja perusahaan mereka. Pihak manajemen pun dituntut untuk segera mengambil kebijakan dan memperbaiki kinerja perusahaan untuk mengatasi hal tersebut .

PARAGRAF ANALOGI
Pendapatan ekonomi manusia ibarat roda yang terus berputar. Kadang ada di atas dan kadang berada di bawah. Saat mereka berada di atas mereka bisa mendapatkan dan membeli apapun yang mereka inginkan , tapi sebaliknya ketika mereka berada di bawah sulit sekali untuk meraih keinginan yang mereka dambakan bahkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari . Ada kalanya bagi mereka yang sedang berada diatas janganlah bersikap sombong dan ingatlah bahwa kesuksesan tersebut hanya bersifat sementara. Dan bagi mereka yang berada di bawah, janganlah berputus asa . Karena masih banyak cara untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan yaitu dengan berusaha dan terus berdoa .

PARAGRAF SEBAB-AKIBAT
Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terjadi di Jakarta dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan . Kota Jakarta sebagai Ibu kota Negara Indonesia menjadi pilihan mereka untuk mencari nafkah hidup . Anggapan bahwa Kota Jakarta dapat memperbaiki kehidupan ekonomi mereka menambah parah jumlah kaum urban di Jakarta . Ditambah jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya . Akibatnya meningkatnya kerawanan sosial dan kriminal serta makin banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia .

Senin, 29 Oktober 2012

6 Cara Jitu Variasi Investasi Emas

Selama ini emas dipilih sebagai salah satu penangkal inflasi, lantaran nilainya yang cenderung stabil dari tahun ke tahun. Fakta membuktikan, bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi. Data statistik menunjukkan, bila inflasi mencapai 10 persen, maka emas akan naik 30 persen. Bahkan, bila inflasi naik menjadi 100 persen pun, harga emas akan naik hingga 200 persen. Inilah mengapa, berinvestasi dalam bentuk emas dianggap sangat menguntungkan.

Namun, harga emas memang akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah. Tapi, kini investasi emas tersedia dalam berbagai pilihan. Tak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga dengan membeli saham perusahaan pertambangan emas maupun membeli kontrak emas di bursa berjangka. Nah, ini dia keunggulan dan kelemahan setiap jenis investasi emas.

1. Emas Perhiasan
Bila tujuan investasi Anda untuk jangka pendek, biasanya akan sulit mendapat keuntungan dari emas perhiasan. Pasalnya, ketika Anda membeli emas perhiasan, Anda tak hanya membayar harga emasnya saja, tapi juga harus membayar ongkos pembuatannya. Biasanya, bila Anda menjual kembali ke toko emas, mereka enggan membayar ongkos pembuatannya. Jadi mereka hanya akan membayar harga emasnya saja. Karena itu, investasi emas dalam bentuk perhiasan akan lebih menguntungkan bila tujuannya jangka panjang, di atas 10 tahun. Karena harga emas sudah naik berkali-kali lipat, sehingga harga jualnya jauh lebih tinggi. Selain itu, pilihlah emas perhiasan 24 karat, karena kemungkinan untungnya jauh lebih besar.

2. Emas Batangan
Investasi emas yang terbilang baik dan aman adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia). Emas batangan akan lebih mudah dijual kembali dibandingkan dengan emas perhiasan. Pasalnya, ketika membeli emas batangan, Anda tak perlu membayar ongkos pembuatan. Itu berarti, Anda takkan mengalami kerugian ketika menjual emas batangan. Bila ingin berinvestasi dengan emas, pilihan yang satu ini perlu dipertimbangkan, inilah caranya.

3. Koin Emas
Koin emas ini biasa juga disebut dengan koin emas ONH (Ongkos Naik Haji), karena koin emas ini memang diharapkan bisa menjadi alternatif investasi bagi mereka yang ingin memiliki tabungan untuk mempersiapkan biaya ibadah haji. Investasi ini sebenarnya sama dengan investasi emas lain, karena memiliki harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Koin emas ONH ini dapat dibeli dan dijual kembali di cabang-cabang PT Pegadaian di seluruh Indonesia, toko emas, dan unit pengolahan dan pemurnian logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Untuk ukurannya, biasanya tersedia mulai dari berat 1 gram, 5 gram, dan 10 gram. Harga satu gramnya sekitar Rp 394.000.

4. Sertifikat Emas
Investasi emas tak selalu dalam bentuk fisik, bisa juga berbentuk sertifikat emas. Ini adalah selembar kertas yang menjadi bukti kepemilikan atas emas yang tersimpan pada bank di suatu negara. Pemilik sertifikat ini hanya memegang satu lembar kertas saja yang nantinya hanya dapat diuangkan pada bank terkait. Bisa dikatakan, sertifikat emas ini adalah alternatif investasi yang sangat menguntungkan dan aman. Karena Anda tak perlu mengeluarkan biaya penyimpanan emas. Berbeda dengan investasi emas dalam bentuk fisik yang memerlukan biaya penyimpanan di safe deposit box.

5. Saham Pertambangan Emas
Alternatif lain, membeli saham perusahaan pertambangan emas. Jika keadaan pasar emas sedang naik, harga saham-saham perusahaan ini biasanya akan bergerak lebih cepat daripada harga emas fisik. Meski menguntungkan, namun, sebaiknya tetap hati-hati, karena risiko investasi tetap ada. Ada baiknya Anda mempelajari investasi saham terlebih dulu, agar tak kesulitan mengikuti perkembangan saham pertambangan emas Anda. Perusahaan pertambangan emas yang sahamnya dijual di pasar modal saat ini, yaitu PT Aneka Tambang, Tbk.

6. Kontrak Emas Berjangka
Dengan bantuan teknologi, emas bisa diperjualbelikan sebagai komoditas di perdangan berjangka (future trading/margin trading). Artinya, Anda hanya perlu memiliki bukti administrasi atas kepemilikannya. Berinvestasi emas di Bursa Berjangka Jakarta memang terkesan fleksibel

7 PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN


Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan. Manajemen keuangan pada NGO lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan. Apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat rusak ditengah jalan dan gagal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dalam prakteknya, Manajemen Keuangan Adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik perlulah kita untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik. Ada 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan.

1. Konsistensi (Consistency)
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di pengelolaan keuangan.

2. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional, moral dan hukum untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah mereka ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumberdayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

3. Transparansi (Transparency)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability)
Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat stratejik maupun operasional harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.
5. Integritas (Integrity)
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan

6. Pengelolaan (Stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui : berhati-hati dalam perencanaan stratejik, identifikasi resiko-resiko keuangan dan membuat system pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.

7. Standar Akuntansi (Accounting Standards)
Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi

KARTU KREDIT


Kartu kredit dicinta juga dibenci. kemudahannya dalam melakukan transaksi sangat membantu kita. Cara mendapatkan kartu kredit di jaman sekarang juga amat sangat mudah . seperti contohnya jika kita belanja ke supermarket kita pasti sering bertemu dan melihat SPG yang menawarkan promo kartu kredit . Namun dengan penggunaan yang tidak bijaksana, tak jarang banyak yang terjerat hutang kartu plastik ini. kadang dijadikan kambing hitam sebagai penyebab dari kekacauan kondisi keuangan.


8 Langkah Hindari Hutang Kartu Kredit


Berikut adalah 8 langkah bijak menggunakan kartu kredit agar terhindar dari hutang kredit.

  • Kartu kredit adalah uang pinjaman. Ketika kita pikir membeli gadget mahal adalah hal yang mudah, tunggu sampai kita melihat tagihan kartu. Ini akan memberikan kita kesadaran bahwa kartu kredit adalah pembayaran yang ditunda, bukan pembelian yang gratis.
  • Beli semampunya. Jangan membeli barang dengan harga yang diluar kemampuan cicilan bulanan. Ingatlah bunga yang semakin menumpuk ketika kita gagal membayar secara penuh tagihan kartu kredit.
  • Hindari membeli hal-hal “kecil” seperti kopi atau fast food, biasanya hal-hal remeh seperti ini yang justru akan bertambah dengan cepat.
  • Bayar sebelum jatuh tempo. Kita akan dikenakan biaya tambahan jika terlambat membayar tagihan kartu.
  • Bijak dalam berbelanja. Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit memang sangat mudah. Tapi tahanlah diri kita, beli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.
  • Bayar lebih dari tagihan minimum. Kartu kredit umumnya menetapkan pembayaran minimum tagihan kartu kredit sebesar 10% dari totalnya. Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak dapat membayar lebih dari jumlah itu. Semakin banyak yang kita bayarkan, semakin sedikit sisa tagihan yang dikenakan bunga. Artinya semakin sedikit pula hutang kita.
  • Jaga jumlah kartu. Sebaiknya jangan memiliki kartu kredit lebih dari dua atau tiga kartu, apalagi jika kita menggunakan kartu itu sekaligus. Meskipun setiap penerbit kartu memiliki fasilitas yang berbeda, pilihlah yang terbaik bagi kita.
  • Tukarkan Rewards. Setiap kali kartu kredit digunakan, artinya kita telah mengumpulkan point yang bisa ditukarkan. Nah, bila point ini sudah terkumpul banyak, kita bisa tukarkan dengan barang atau promo yang diperlukan. Hal ini tentu menguntungkan apalagi jika kita bisa menukarnya dengan barang yang harganya tinggi.